*********
Suatu sore di sebuah desa kecil. Seorang anak laki laki berumur 13 tahun, dengan rambut yang sedikit berantakan keluar dari sebuah bis.
“Kak Zektra!!!” teriak seorang anak perempuan kecil sambil memeluknya
“Mina? Dimana… “ tanya anak yang dipanggil kak Zektra itu
“Nino?” sahut seorang anak laki laki
“Nino!” seru Zektra sambil menyalaminya “Wah! Mina sudah besar ya?”
“Iya dong kak Zektra!” kata Mina “Eh, Kak Nino, Mina dicari Shinta tuh!. Daa kakak!”
“Daa! Hati-hati ya!” balas Nino
“Eh, ngomong-ngomong katanya kamu sekarang sudah jadi detektif cilik ya?”
“Ah, cuma kasus kecil aja kok!” sahut Zektra
“Ah, kamu ini! Dasar Detektif Z!”
Mereka tidak sadar bahwa dari tadi mereka diawasi oleh seseorang yang berada di balik pintu
rumah Nino. Tiba-tiba orang itu tersenyum dan mendekati mereka.“Nino……!”
“Waaa!! Kakek!” teriak Nino kaget “Kukira Shirigami”
“Shirigami?” Zektra yang merasa asing mendengar itu
“Ah, I…i….itu….” balas Nino gugup
“Sudahlah Nino. Biar Kakek saja yang bercerita pada nak…”
“Zektra” kata Zektra sopan
“Nak Zektra. Nah, mari masuk dulu!”
Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam rumah. Setelah meminum secangkir kopi yang nikmat, Kakek Nino mulai bercerita
“Di desa ini ada 2 tempat terlarang yang tidak boleh didatangi oleh siapapun. Pertama pohon beringin di sebelah kuburan, kabarnya disana ada shirigami…”
“Shirigami?”
“Yah, semacam hantu gitu!” sahut Nino
“Jangan pernah duduk dibawah pohon itu apalagi tidur atau jiwamu akan diambil oleh para Shirigami. Kedua gua yang ada di pojok desa ini. Jika kau masuk kedalamnya hanya namamu yang akan kembali. Karena itu dalah tempat favorit Shirigami”
“Hii, serem banget kan Zek!” kata Nino
“Seram? Ini justru menarik! Bagaimana kalau besok kita ke dua tempat terlarang itu”
“Eh, kamu berani? Aku aja yang orang asli desa ini aja nggak berani” kata Nino keheranan
“Di jaman sekarang nggak ada yang namanya setan tahu!” sergah Zektra
“Terserah deh, tapi aku cuma nganterin aja lho!” sahut Nino
“Yang penting, antarkan aku ke gua itu besok” kata Zektra dengan mata seorang detektif
Di malam hari, Zektra terbangun. Dia mulai memikirkan kasus Shirigami ini. Tiba-tiba Zektra tersenyum seakan sudah mengetahui rahasia dari kasus Shirigami ini.
Keesokkan harinya,
“Ini, guanya” jelas Nino
“Wuih, memang keliatan serem ya”
“Udah yuk Z, aku nggak berani masuk”
“Halah, yuk masuk! Tapi bawa obor ya”
“Haah?? Obor buat apa?”
“Udah deh” balas Zektra “Nanti kamu juga tahu”
“Oke deh!”
Ninopun pergi untuk mengambil obor, sementara Zektra mengawasi keadaan di dalam gua. Tiba-tiba senyum detektifnya muncul.Tak lama Ninopun datang sambil membawa obor
“Nih, obornya!”
“Eits, kamu juga ikut dong!” kata Zektra sambil menarik tangan Nino
“T..ta….ta……tapi aku takut Z!” kata Nino sambil berusaha kabur
“Halah, kamu kan anak cowok!”
Nino hanya bisa terdiam. Walaupun seluruh tubuhnya gemetaran, Nino akhirnya mau masuk ke gua aneh tersebut.
“Ah, Z! obornya mati tuh!”
Zektra hanya tersenyum kecil sambil tetap melangkah maju.
“Ukh..aduh aku ter…ce…kik.. pas..ti… shi…ri…gami… i…tu… ma...rah.. pa…da… ki…ta..” kata Nino sambil terengah engah
“Baiklah! Ayo kembali” Zektra memutuskan setelah melihat keadaan Nino
Akhirnya Zekra dan Nino keluar
“Tuh, kan Z! Di dalam gua itu ada Shirigaminya” kata Nino setelah keluar
“Sudahlah, Nino lagipula itu hanya mitos belaka! Sekarang di mana pohon beringin yang diceritakan kakekmu itu?”
“Mitos? Kau tahu seminggu lalu ada orang yang mencoba masuk gua tadi dan tak pernah kembali lalu kemarin lusa ada orang tua yang ditemukan tewas di bawah poho beringin itu!” kata Nino sambil menunjuk sebuah pohon besar
“Oh, jadi itu pohonnya? Terma kasih Nino!”
“Eh, tunggu Z!”
Setelah sampai di dekat pohon beringin. Zektra, si detektif cilik itu mengitari pohon. Menggangukkan kepala dan sesekali menggelengkan kepalanya. Mulut Ninopun terbuka. Bingung apa yang dilakukan oleh sahabanya itu. Tiba tiba Zektra duduk di bawah pohon itu
“Zektra! Jangan duduk di sana nanti jiwamu pergi!” teriak Nino
“Hahahaha!” Zektra justru tertawa senang
“Hah?” Nino yang melihatnya menjadi heran
“Nino! Panggil kakekmu dan seluruh penduduk desa bila perlu! Dan bawakan aku sebatang lilin dan sebuah gelas!” teriak Zektra tiba-tiba
“Un…untuk apa?”
“Sudahlah, cepatlah. Nanti hari keburu malam!”
“Ba..baiklah” kata Nino
Ninopun berlari menuju desa dan mengambil gelas, sebatang lilin dan sebuah korek. Lalu membunyikan kentongan dan meminta penduduk desa berkumpul di pohon beringin.
“Sebenarnya ini ada apa sih?” celetuk salah seorang penduduk desa
“Wahai penduduk desa Berny yang terhormat, saya mengumpulkan anda semua disini untuk memberitahukan bahwa misteri desa ini telah terpecahkan!” kata Zektra
“Benarkah?” tanya Kakek Nino
“Betul sekali, Pertama tentang gua yang ada di sana. Mungkin di dalam gua itu tidak ada oksigen di dalamnya sehingga jika kita masuk ke dalamnya kita akan merasa tercekik seperti dicekik shirigami”
“Apa buktinya??” tanya salah seorang penduduk desa penasaran
“Baiklah lihat percobaan sederhana saya ini” kata Zektra
Zektra pun menyalakan lilin lalu dia menutup lilin itu dengan gelas. Dalam beberapa detik lilinnya mati.
“Kalian tahu mengapa lilinnya mati?”
“Itu karena api membutuhkan oksigen untuk menyala. Seperti obor yang kami bawa ke dalam gua, tiba-tiba apinya mati. Dan itu membuktikan bahwa di dalam sana tidak ada oksigen” lanjut Zektra
“Lalu bagaimana dengan pohon ini?” tanya kakek Nino
“Itu justru sangat mudah sekali. Pohon memang menghasilkan oksigen pada siang hari. Benar tidak?”
“ Namun pohon sebenarnya juga membutuhkan oksigen pada siang hari untuk bernafas. Tetapi itu ditutupi oleh kemampuannya berfotosintesis. Pada malam hari pohon tidak berfotosintesis, melainkan bernafas. Nah, pada saat itu oksigen di sekitar pohon diambil oleh pohon tersebut. Sehingga orang yang tidur di bawah pohon tersebut akan mati kehabisan oksigen”
“Tapi mana mungkin sebuah pohon bisa membunuh orang” tanya Pak Sadek
“Bisa saja! Lihatlah pohon ini! Begitu besar bukan! Jadi oksigen yang diperlukannya juga besar” jelas Zektra
“Kau pintar sekali anak muda! Kau memang pantas menyandang gelar detektif” Kata kakek Nino
“Hidup Detektif Zektra!!” seru seorang penduduk
“Ya! Hidup detektif Z!!” Nino menyahut
Para penduduk desa Berny bersukacita
“Aduh! Jangan pegang pundakku dong Z!” kata Nino tiba - tiba
“Siapa yang memegang pundakmu?” Tanya Zektra keheranan
“Lha kalau bukan kamu siapa?” Tanyanya
Mereka dengan ketakutan menengok kebelakang…………Dan
“Shi……ri……ga……mi…!!!!!!”
“Kabur!!!!!!”
TAMAT
1 comment:
"Mau dapat uang cuma dengan klik, GRATIS sob, gabung disini !!!! :D"
Post a Comment